Tidak terima anaknya dibacok, Jellyani (36) mendatangi Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang, Sabtu (7/2) sore.
Dihadapan petugas piket, Jellyani warga Lorong Terusan, Kecamatan SU I Palembang mengatakan anaknya berinisial AA (13) menjadi korban pembacokan yang diduga dilakukan oleh sekelompok orang yang sedang melakukan tawuran.
"Saya dapat kabar anak saya dibacok dibagian kepala dan sedang berada di rumah sakit,"ujarnya.
Menurut Jelly, peristiwa tawuran itu terjadi pada Sabtu (7/2) sekitar pukul 02.00 WIB, di Jalan Panca Usaha, dekat SMKN 8 Palembang, kawasan 5 Ulu. Putranya AA diduga dibacok sekelompok orang di bagian kepala.
"Ada teman putra saya datang ke rumah menggambarkan kalau putra saya kena bacok dibagian kepala. Saat itu sudah dibawa ke RSUD Bari,"katanya.
Ketika tiba di rumah sakit, AA sedang dirawat di IGD. Dari keterangan putranya yang masih sadar, katanya ia dibacok oleh sekelompok orang yang sedang tawuran menggunakan celurit.
"Usai dibacok, putranya langsung dibantu teman - temannya untuk menghentikan pendarahan dengan membalut kepalanya dengan pakaian,"tuturnya.
Setelah sempat dirawat di RSUD Bari, kata Jelly,putranya dirujuk ke RSMH Palembang untuk menjalani tindakan operasi akibat luka bacok yang cukup serius di bagian kepala AA.
"Saya berharap pelaku cepat ditangkap dan di proses sesuai hukum yang berlaku,"ucapnya.
Sementara itu, Pamapta Polretabes Palembang Ipda Tamia Ramadhany membenarkan telah menerima laporan penganiayaan terhadap seorang remaja yang yang diduga dilakukan sekelompok orang.
"Laporan sudah kami terima dan kami teruskan ke Unit PPA Satreskrim Polrestabes Palembang untuk segera ditindak lanjuti,"katanya.